Biasanya bila kita bepergian ke luar negeri, mengisi form imigrasi adalah hal yang wajib di lakukan sebelum menghadap bagian imigrasi negeri yang di tuju. Pertanyaan standar seperti nama lengkap, dari negara mana, tujuan kedatangan, membawa barang-barang yang harus di laporkan dan lain-lain sebagainya harus di isi form yang ukurannya kecil dan cukup merepotkan.
Namun, perjalanan ke Malaysia kali ini memberi pengalaman yang berbeda. Kita tidak perlu mengisi form imigrasi. Dan proses di imigrasi cukup cepat walaupun banyak antrian menunggu.
Ini adalah pertamakalinya saya pergi ke Malaysia. Untungnya saya berangkat dengan sesama IBMer, Topik Hidayat (bukan pemain bulutangkis) yang kebetulan sedang mengerjakan project di Malaysia. Lumayan ada teman dalam perjalanan, sekalian saya dia saya ajak sharing room di Hotel daripada saya tidur sendirian
Di bandara kami turun di gate 2, jalan kaki lumayan pegel sampai ke tempat monorail yang akan mengantar kami menuju imigrasi. Selesai dari imigrasi dari sana di lanjutkan dengan Kereta express yang memakan waktu 28 menit ke downtown Kuala Lumpur. Biaya Kereta express RM 35 atau kurang lebih sama dengan 35*2920 = Rp 102.200,- Perjalanan di teruskan dengan menggunakan Taxi dari KL Stasiun ke hotel Rennaisance tempat saya menginap biayanya RM 12.
Sampai di Hotel ada masalah dengan kartu kredit corporate yang saya gunakan. Saya baru sadar ternyata saya belum lapor untuk mengaktifkan kembali kartu kredit AMEX yang sempat saya blokir di karenakan dompet saya hilang di pesawat GARUDA dalam perjalanan ke Balikpapan kurang lebih 3 minggu yang lalu (dompetnya di temukan kembali oleh staf garuda di Balikpapan dan saya belum sempat mengucapkan terima kasih kepada staf find and lost GARUDA di balikpapan). Sementara, deposit di bebankan dulu ke kartu AMEX nya Topik sampai saya mengaktifkan kembali.
Di kamar, view-nya lumayanlah, di sebelah kiri tampak Menara kembar Petronas yang menjadi landmarknya KL. di depan, tampak KL Tower. Jam di kamar menunjukkan waktu 23.30 GMT8+, Perjalanan 2 jam dari Jakarta ke KL plus kurang lebih 1 jam ke Hotel cukup melelahkan. Sebelum tidur, sempetin dulu untuk cek email dan download satu film dari PBS. Biaya internet perjam RM25, kalau satu harinya RM60. Dengan harga segitu saya mengharapkan koneksi internet yang cepat, tapi cuma dapat nggak lebih dari 20 kbps. yah lumayanlah sambil di tinggal tidur.








